dua

PMPR Indonesia Apresiasi Proyek Galian IPT Kota Bandung: "Transisi Menuju Modernisasi Infrastruktur"

  • WARTA
  • -
  • Jumat, 27 Februari 2026 | 22:27 WIB
260227224840-pmpr-.jpg

www.transaksaranews.com

BANDUNG – Proyek penataan kabel bawah tanah melalui infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) di Kota Bandung terus mendapat sorotan positif. Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat, yang akrab disapa Kang Joker, memberikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah kota dan pihak pelaksana dalam membenahi estetika serta fungsionalitas kota.

Menurut Kang Joker, meskipun dampak pembangunan fisik saat ini memberikan ketidaknyamanan visual, hasil akhirnya akan membawa dampak besar bagi kualitas tata ruang Bandung di masa depan.

Dalam keterangannya, Kang Joker menyoroti kinerja pihak BII yang dinilai sangat optimal dalam mengawal proyek ini. Ia melihat adanya upaya serius untuk terus menyempurnakan pekerjaan di lapangan agar sesuai dengan standar yang diharapkan.

"Saya melihat upaya perbaikan yang sangat optimal dari pihak BII untuk menyempurnakan pekerjaan ini. Walaupun belum sempurna sepenuhnya, namun efek dan progres yang ditunjukkan sudah sangat baik," ujar Kang Joker, Jumat (27/2).

Sebagai pemerhati perkotaan, Kang Joker memaklumi jika pada tahap awal masyarakat merasa terganggu dengan kondisi jalan yang dibongkar atau lalu lintas yang tersendat. Menurutnya, hal tersebut adalah konsekuensi logis dari sebuah transformasi besar.

"Secara visual memang tidak nyaman. Tapi dalam perspektif tata kota, fase seperti ini justru menunjukkan bahwa kota sedang bergerak. Hampir semua kota besar yang beralih dari kabel udara ke kabel bawah tanah melewati fase transisi yang sama," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan struktural seperti ini memiliki dampak jangka panjang yang sangat krusial bagi publik. "Yang sering tidak terlihat oleh publik adalah bahwa pekerjaan seperti ini sifatnya struktural dan jangka panjang. Dampaknya bukan hanya soal estetika agar kota lebih tertata, tetapi juga demi stabilitas jaringan, keamanan, serta efisiensi pemeliharaan sehingga risiko gangguan layanan di masa depan jauh berkurang," ungkap Kang Joker.

Meski mendukung penuh, DPP LSM PMPR Indonesia tetap menekankan pentingnya manajemen pelaksanaan yang disiplin. Kang Joker mengingatkan pemerintah dan pelaksana untuk memastikan durasi pekerjaan tidak molor serta menjalin komunikasi yang transparan dengan pelaku usaha yang terdampak.

"Kritik dari masyarakat itu penting sebagai kontrol agar prosesnya disiplin. Namun jika dilihat dari arah kebijakan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi menuju sistem infrastruktur modern. Transisi memang tidak selalu nyaman, tetapi stagnasi jauh lebih berisiko daripada proses perubahan yang terkelola dengan baik," tutupnya.

 

jok/transaksaranews.com

 

Penulis/Pewarta: Koko Asmara
Editor: Koko Asmara
©2026 TRANSAKSARANEWS.COM

TAGS:
Bagikan melalui:
Komentar
Berita Lainnya
260908191344-kejat.jpg
Kejati Jabar Lakukan Kunjungan Ke Kejari Kota Cimahi Dan Kejari Kota Bandung
260823135830-disku.jpg
Diskusi Wawasan Kebangsaan, Ormas dan LSM Jabar Dorong Kepemimpinan Bersih, Pembangunan Berkeadilan
260909111529-walik.jpg
Walikota Bandung Moh. Farhan Tunjuk Rizky Mediantoro Jadi Dirut Perumda PDAM Kota Bandung
260916180933-penga.jpg
Pengamat Kritik Tidak Adanya Solusi Lanjutan dari Pemerintah
260918075654-melay.jpg
MELAYAT KERUMAH DUKA MAHE RUDDIN SILITONGA
Terkini
Headline
Terbanyak Dibaca
Pena Bandung TV
Populer Bulan Ini